BOOK LAUNCHING “GEMA GANDANG DEWATA” TAMAN NASIONAL GANDANG DEWATA DESTINASI BARU WISATA DI REGION SULAWESI

BOOK LAUNCHING “GEMA GANDANG DEWATA”  TAMAN NASIONAL GANDANG DEWATA DESTINASI BARU WISATA DI REGION SULAWESI
Dok. KSDA Sulsel

Mamuju, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Februari 2019. Taman Nasional Gandang Dewata adalah taman nasional ke-53 di Indonesia yang ditetapkan Menteri LHK dengan SK No.773 tanggal 3 Oktober 2016 dengan luas 180.078 Ha dan dideklarasikan pada tanggal 5 April 2017. Kegiatan Book Launching “Gema Gandang Dewata - Merintis kelembagaan Taman Nasional Gandang Dewata” dilaksanakan tanggal 14 Maret 2019 di Hotel D’Maleo, Jalan. Yos Sudarso. No 51 Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Dalam laporan  Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc. acara Book Launcing ini adalah salah satu langkah untuk merintis terbentuknya lembaga mandiri di Taman Nasional Gandang Dewata dan Mewujudkan Destinasi Wisata Baru di region Sulawesi. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel juga menyerahkan secara simbolis Buku “Gema Gandang Dewata” kepada ibu Wakil Gubernur Sulawesi Barat dan Tokoh Adat Mamasa.

 

Hadir sekaligus membuka Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj. Enny Anggraeni dalam sambutannya menyampaikan “Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Insya Allah, kehadiran kita semua pada kesempatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam rangka meningkatkan dan menguatkan dukungan serta kepedulian untuk menjaga eksistensi Hutan dan Lingkungan Sulawesi Barat.”  Acara ini juga dihadiri oleh KADISHUT Provinsi Sulbar, OPD Sulbar, Tokoh adat Mamasa Bapak Ambe Daud, Akademisi, LSM, Mapala, Media, Pemerhati dan Penggiat Wisata. Dalam kegiatan Book Launcing ini menghadirkan Jurnalis dan penulis Autobiografi senior dari Fajar Group, Sili suli sebagai Pembahas Buku “Gema Gandang Dewata” dan Salah satu penulis buku Agus Suseno, S.Hut.

 

Narasumber dari salah satu penulis buku “Gema Ganda Dewata” Agus Suseno, S.Hut yang juga PEH (Pengendali Ekosistem Hutan) dalam paparannya, buku Gema Gandang Dewata ini memiliki 5 (Lima) pokok bahasan  yaitu : 1. Kearifan Lokal mengenai mitos dan To Pembumi, 2. Profil Kawasan, 3. Intervensi Kegiatan, 4. Pemangku Kepentingan dan 5. Harapan.  Pembahas Bapak Sili Suli mengapresiasi buku Gema Gandang Dewata ini. Menurut beliau alasan buku ini patut diapresiasi karena,  Buku pertama tentang Gandang Dewata yang menyajikan informasi paling lengkap.

 

Diskusi dalam acara launching Buku “Gema Gandang Dewata” berlangsung interaktif dan banyak tanggapan serta opini yang muncul dari perserta launcing buku ini. Prof. Dr. Ir. Mir Alam Beddu M.Si. dari UNSULBAR mengapersiasi atas terbitnya buku ini dan ingin menggali lebih jauh kearifan lokal Taman Nasional Gandang Dewata. Lalu Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Provinsi Sulbar, Ibu Rini menanggapi bahwa saat ini sedang digagas Festival Gandang Dewata  sehingga buku ini dapat menjadi sumber informasi penting dan berharap para pihak mendukung rencana Festival ini.

 

Acara launching buku ini diharapkan menjadi sarana promosi dan publikasi potensi wisata alam dan budaya di kawasan Taman Nasional Gandang Dewata sehingga dapat dikenal luas oleh masyarakat. Untuk lebih lanjut diharapkan buku ini dapat menjadi sumber informasi bagi para pihak dan terciptanya komunikasi dan kerjasama yang baik khususnya Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, masyarakat adat, dan lembaga donor sehingga dapat mempercepat terbentuknya kelembagaan Taman Nasional Gandang Dewata.

- Sumber Balai Besar KSDA Sulsel