Identifikasi TSL Kunci Sulawesi (Babirusa)

Identifikasi TSL Kunci Sulawesi (Babirusa)
Hairy babirusa
Identifikasi TSL Kunci Sulawesi (Babirusa)
Identifikasi TSL Kunci Sulawesi (Babirusa)

Informasi Spesies

Nama latin : Babyrousa babyrussa Linnaeus, 1958
Nama Inggris : Hairy babirusa
Nama Lokal : Fafu Boti (Kepulauan Sula)
Status Konservasi :

IUCN : Genting / Endangered(versi 3.1)

CITES : App endix 1

PP  no.7 th 1999 : Dilindungi pemerintah RI

Identifikasi Spesies

  • Babirusa jantan memiliki dua taring besar (panjangnya mencapai 300mm) yang menembus kulit moncongnya lalu mencuat bengkok ke belakang sampai di depan matanya. pada betina taring lebih pendek atau tidak tumbuh mecuat keluar seperti jantan.
  • Terdapat gigi taring pada jantan, taring ini tumbuh dari rahang atas menembus hidung dan melengkung.
  • Babirusa mempunyai panjang tubuh dari kepala dan badannya mencapai 877-1065 mm, panjang ekor 273-305mm. panjang telapak kaki belakang 194-202mmm dan panjang tengkorak 255-299mm
  • Badannya memanjang, punggung agak melengkung, kepala agak kecil, kaki panjang dan ramping tapi kuat, ekor tipis menggantung ke bawah dan warna telinga kehitam-hitaman
  • Rambut tersebar dan pendek di sepanjang tulang belakang dan pada ujung ekor letak rambut-rambut tersebut sedikit berdekatan sehingga bentuk ekor menyerupai kuas
  • kulit tebal, keras, kasardenghan keriput-keriput pada muka, sekeliling telinga dan pada leher.
  • Babirusa jantan dapat dikenali juga dari keberadaan skrotum yang cukum besar. sedangkan babirusa betina memiliki vulva

Prilaku Spesies

  1. Pengamat  biasanya akan melihat babirusa dalam kawanan kelompok karena babirusa biasa hidup dalam kelompok kecil dengan seekor betina sebagai pemimpinnya (matriarchal) jantan dewasa biasanya hidup soliter dan bergabung  dengan betina dewasa pada musim kawin.

  2. Babirusa juga sering terlihat berjalan sendiri atau berkelompok kecil dalam ikatan yang kuat sehingga mampu mempertahankan diri dari predator.
  3. Pengamat dapat mengenali babirusa dari suara yang dikeluarkan karena ketika berkelompok babirusa mengeluarkan suara yang teratur dan berbalasan kecil dan panjang, yaitu : suirii....suuuuiiiriiii 
  4. Peluang terbaik pengamat untuk bertemu babirusa adalah dengan mengamati di tempat sumber air minum atau tempat berkubang yang biasa dikunjungi oleh babirusa
  5. Babirusa dapat diamati siang hariatau malam hari karena satwa ini aktif siang dan malam jari
  6. Beberapa prilaku babirusa yang sering diamati  oleh pengamat diantarannya perkelahian sesama babirusa jantan memperebutkan betina, prilaku jantan untuk menarik perhatian betina dan penandaan teritori.
  7. Babi rusa sering menggesekkan badannya pada pangkal batang pohon setelah berkubang (rubbing tree). Aktifitas ini kemungkinan dilakukan untuk mengurangi ketebalan lumpur pada badan babirusa setelah berkubang atau menghilangkan kutu yang dirasa mengganggu. Pada rubbing tree sering terlihat bekas lumpur gesekan badan babirusa, bekas lumpur ini sering terlihat pada rubbing tree dengan ketinggian 0.3-0.5 meter dari permukaan tanah

Reproduksi Spesies

Babirusa jantan maupun betina mencapai dewasa kelamin (sexual maturity) pada usia 5-10 bulan, namun ada juga yang melaporkan pada usia sekitar 548 hari, dengan masa hidup maksimum (maximum longevity) mencapai usia 23-24 tshun.

jumlah anak yang dilahirkan seekor babirusa betina setiap kali melahirkan (litter size) adalah 1-2 ekor dengan berat anak pada waktu lahir sekitar 0.715 kg(1.573 lbs)

masa kebuntingan berkisar 155-158 hari.

  • Lama anak disusui sekitar 1 bulan, namun ada yang melaporkan lama masa anak bersama induknya 213 hari dan setelah itu anak akan disapih untuk mencari makanan sendiri dihutan.
  • Seekor induk betina hanya melahirkan satu kali dalam setahun
  • sesaat sebelum melahirkan, induk babirusa membuat sarang berupa tumpikan daun dan ranting dari berbagai jenis tumbuhan bawah, alang-alangan atau semai. sarang tersebut berbentuk oval dengan diameter kurang lebih 2 meter dengan ketebalan  kurang lebih 0.5 meter. apabila sarang tersebut masih berisi anak dan induk babirusa maka sarang tersebut akan berbentuk agak cekung bagian tengahnya.

Pakan Spesies

Untuk memperbesar peluang pertemuan denga babirusa, pengamat bisa melakukan pengamatan di tempat sumber pakan babirusa:

  • Babirusa menyukai jenis umbi-umbian seperti kilo, tunas globa dan rebung, juga jamur dan buah-buahan seperti mangga
  • kadangkala babirusa terlihat mengais pohon-pohonan tumbang yang telah membusuk untuk mendapatkan ulat atau cacing
  • Babirusa jarang sekali masuk ke kebun masyarakat untuk mencari makanan di kebun
  • makanan utama babirusa adalah berbagai jenis buah namun satwa inim juga mengkonsumsi daun, rumput dan hewan serta serangga dalam jumlah kecil
  • Salah satu makanan kesukaan babirusa adalah buah pangi(pangium edule)

Habitat Spesies

Pengamat berpeluang dapat bertemu dengan babirusa di habitat-habita berikut :

  1. Habitat Babirusa adalah hutan hujan dataran rendah
  2. Satwa ini menykai kawasan hutan dimana terdapat aliran sungai, sumber air, rawa, dan cerukan-cerukan air yang memungkinkannya mendapatkan air minum dan berkubung.
  3. Babirusa mengunjungi tempat-tempat air dan tempat mengasin (salt-lick) secara teratur untuk mendapatkan garam-garam mineral untuk membantu pencernaannya
  4. Babirusa sering terlihat mandi dikubangan yang airnya agak bersih dan tidak becek dan pada musim panas sering terlihat berendam disungai.
  5. Babirusa sering mengunjungi sumber air panas yang akan mineral seperti yang terdapat di SM Nantu Gorontalo

Penyebaran Alami Spesies

Pengamat berpeluang melihat langsung babirusa pada tempat-tempat berikut:

  1. Pulau-pulau kecil sekitar sulawesi yaitu: Togean, Sula dan Buru
  2. di sulawesi utara : kawasan TN Bogani-nani wartabone dan SM Nantu dan pegunungan Boliyohuto.
  3. di Sulawesi tengah :TN Lore lindu, TN Morowali, dan didaerah luwuk dan bantalak
  4. di sulawesi selatan : tidak banyak ditemukan jika pun ada biasanya ditemukan di perbatasan dengan sulawesi tengah
  5. Di kepulauan Togean : babirusa togean (Babyrousa babyrussa togeanebsis) terdapat di empat pulau yaitu pul;au malnge, talatakoh, togean dan batudaka di kepulauan togean sulawesi tengah, sedangkan di pulau una-una, waleako dan walebahi belum pernah dilakukan observasi. babri rusa terdapat di pulau buru dan pulau tallibu maluku utara

Identifikasi Tidak Langsung

Bekas keberadaan babirusa secara tidak langsung dapat diketahui dari bekas kotoran, tempat berkubang dan bekas jejak kaki

Informasi Tambahan

Sulawesi mempunyai 4 sub spesies babirusa, tiga sub spesies masih bertahan sedangkan 1 spesies lagi sudah punah.

  1. Babirusa berbulu lebat (Hairy Babirusa - Babyousa babyrussa babyrousa)
  2. Babirusa Celebes (Celebes Babirusa - Babyousa babyrussa celebensis)
  3. Babirusa Togean (Togean Babirusa - Babyousa babyrussa togeanensis)
  4. Babirusa Bolabatu (Bolabatu babirusa - Babyousa babyrussa bolabatuensis) Sudah punah

 

Sumber : 

  1. www.iucnredlist.org
  2. www.arkive.org
  3. www.nationalgeographic.com
  4. Database BBKSDA Sulawesi Selatan