KETERKAITAN PEMANASAN GLOBAL DAN SIKLUS KARBON

KETERKAITAN PEMANASAN GLOBAL DAN SIKLUS KARBON

Pemanasan global maksudnya adalah meningkatnya suhu di permukaan bumi akibat emisi karbon ke atmosfer lebih banyak daripada pengikatan karbon oleh tumbuhan sehingga konsentrasi karbon di atmosfer meningkat sehingga menyebabkan efek rumah kaca.

 

Siklus karbon dapat digambarkan sebagai berikut.

  • Karbon yang ada di udara diikat oleh tumbuhan melalui fotosinthesis. Ketika tumbuhan melakukan respirasi (pernafasan), karbon dikeluarkan lagi ke atmosfer.
  • Hasil dari fotosinthesis menjadi biomassa tumbuhan yang sebagian dimakan herbivor, maka karbon masuk ke herbivor. Ketika herbivor melakukan respirasi, karbon kembali ke atmosfer.
  • Sebagian dari tumbuhan menjadi kayu bakar, dan ketika dibakar, karbon kembali ke atmosfer
  • Sebagian tumbuhan mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroba, dalam proses dekomposisi ini mengeluarkan karbon kembali ke atmosfer.
  • Herbivor dimakan karnivor, karbon menjadi biomassa karnivor. Ketika karnivor melakukan respirasi, karbon kembali ke atmosfer.
  • Sebagian herbivor dan karnivor menjadi bangkai dan terjadi proses penguraian (didekomposisi), karbon kembali ke atmosfer.
  • Sebagian hewan dan tumbuhan terkubur dalam tanah selama jutaan tahun menjadi batubara, minyak dan gas (fossil fuel). Dimanfaatkan manusia untuk bahan bakar fosil, karbon kembali ke atmosfir

 

Adanya siklus karbon tersebut, agar tidak terjadi pemanasan global diperlukan adanya penyerapan dari atmosfir melalui tumbuhan dalam jumlah yang besar. Karena tumbuhan dalam proses fotosintesis memanfaatkan karbon. Oleh karena itu pengembangan areal hijau, penghutanan kembali (reboisasi) dan pelestarian hutan sangat diperlukan. Apakah hutan yang ada saat ini memiliki kemampuan penyerapan karbon yang setara dengan pelepasan krabon ke atmosfir pada siklus karbon seperti tersebut di atas? Benarkah tanaman perkebunan seperti sawit dapat menjadi penyerap karbon yang setara dengan hutan yang terkorversi. Untuk daerah perkotaan, perlu ada desain jalan dengan diikuti oleh penghijauan di sepanjang jalan. Begitu juga untuk jalan antar kota penanaman pohon menjadi paket pemeliharaan dan perlindungan jalan.