Membangun Solidaritas Rimbawan dan Angkasawan untuk Bumi dan Manusia

Membangun Solidaritas Rimbawan dan Angkasawan untuk Bumi dan Manusia
Dok. KSDA Sulsel

Makassar, 9 Desember 2019 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan yang merupakan UPT Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan giat “Ayo Menanam Hijaukan Bumi” di Kompleks Akademi Teknis Keselamatan Penerbangan (ATKP Makassar) pada Hari Jumat, 6 Desember 2019.

Sebanyak 455 bibit pohon terdiri dari ebony, cemara gunung, angsana, rambutan, glodokan, merbau, trembesi, ketapang, cempedak, jati, tanjung dan kemiri ini, merupakan aksi penghijauan dan upaya menjaga lingkungan di ATKP Makassar.

Direktur ATKP Makassar, Ahmad Bahrawi yang ditemui di sela kegiatan mengatakan bahwa konsep untuk menjadi kampus asri dan hijau semakin nyata di ATKP Makassar. Sebelumnya pihak kampus telah mengharuskan setiap taruna baru membawa bibit pohon, untuk ditanam di ATKP Makassar.

“Ini merupakan upaya kita menjaga keasrian kampus. Kita ingin kampus ATKP menjadi kampus yang hijau dan asri. Dan untuk itu, kita akan tetap terus berkoordinasi dengan pihak yang memang  berkompeten terhadap penghijauan. Tentu penanaman disesuaikan dengan lahan dan jenis tanah. Karena kita tahu bahwa lahan kampus ATKP dulunya adalah empang. Konsep penghijauan akan terus kita lakukan di kampus kita. Kita akan coba buat landscap areal kampus. Termasuk koordinasi tentang tanaman yang cocok dengan kondisi lahan. Penghijauan dalam areal kampus tetap kita programkan. Dan itu sudah dilakukan dengan menerapkan bahwa setiap taruna baru membawa satu pohon untuk ditanam. Aneka pohon yang ada di sini adalah bagian dari penanaman yang dilakukan oleh taruna kita,” jelas Ahmad Bahrawi.

Hal senada juga ditegaskan Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Thomas N. Menurutnya, kondisi Makassar dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang masih jauh dari persyaratan, bisa disiasati dengan keterlibatan kampus dalam penghijauan. Salah satunya ATKP Makassar. “Di Makassar hanya ada  9,5 persen RTH dari 30 persen yang dipersyaratkan. Ini masih jauh dari yang diharapkan. Di ATKP ini, dengan lahannya seluas 16 hektar lebih, kita amati mampu memenuhi persyaratan 30 persen lahan yang bisa dijadikan RTH. Penanaman kita lakukan di ATKP salah satu alasannya adalah adanya perubahan fungsi lahan dari  kawasan sebelumnya yang merupakan hutan mangrove menjadi kampus. Sehingga dengan penanaman bibit, lingkungan tetap bisa terjaga dan asri kembali,” jelasnya.

Ditambahkannya pula pihaknya selalu siap menyalurkan bibit pohon khususnya untuk penghijauan. “Kawasan lahan ATKP cukup luas untuk kita jadikan RTH. Seluruh sekolah yang ada di Makassar, bisa meraih Adiwiyata dengan mempersyaratkan RTH. Begitu banyak sekolah, fasum dan fasos, yang berpeluang kita jadikan RTH Makassar, mengingat masih minimnya jumlah taman-taman di Makassar yang menjadi RTH,”pungkasnya.

Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Husain. SH