Mitos Suara Gendang Dewa di Gunung Tertinggi Sulawesi Barat

Mitos Suara Gendang Dewa di Gunung Tertinggi Sulawesi Barat
Gandang Dewata
Mitos Suara Gendang Dewa di Gunung Tertinggi Sulawesi Barat
Mitos Suara Gendang Dewa di Gunung Tertinggi Sulawesi Barat

Halo sobat konservasi, sudah tahu sejarah gunung tertinggi di sulawesi barat ?, kalau belum nih mimin kasih infonya... Gandang Dewata pada mulanya adalah daratan terendah di pulau Sulawesi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya batu besar berbentuk perahu yang konon ceritanya adalah milik puteri raja yang kandas di puncak Gunung Gandang Dewata. Tapi kini Gandang Dewata telah menjadi tanah tertinggi di Sulawesi barat. namun sisa-sisa lautan masih bisa kita jumpai. Sama seperti gunung tertinggi lainnya. Gunung Gandang Dewata memiliki #MITOS yang melekat di benak semua pengunjung, yaitu 
Apabila ada seseorang yang masuk hutan dengan tujuan entah mengambiil hasil hutan ataupun mendaki. lalu terdengar suara gendang dari puncak gunung berarti orang tersebut sudah meninggal.
Sampai saat ini masih menjadi misteri. Siapa yang memukul Gendang itu ?

Gunung Gandang Dewata adalah salah satu gunung tertinggi yang terletak di kawasan bagian Barat Sulawesi (pegunungan Quarlesi) dan gunung tertinggi kedua di Sulawesi setelah gunung Latimojong (3478 Mdpl) yang terletak di kabupaten Enrekang. Di alur pegunungan pegunungan Gandang Dewata terdapat masyarakat Dusun Rante Pongkok Kabupaten Mamasa yang mempertahankan hidupnya dari kegiatan bertani. Secara sosiologis, Gandang Dewata telah memiliki hubungan emosional dengan masyarakat kampung terakhir Desa Rante Pongkok sejak dulu. Dengan kearifan lokal khas yang mereka miliki, masyarakat Desa Rante Pongkok berusaha untuk melindungi ciptaan Tuhan yang sangat kompleks di hutan tersebut. Dengan menghubungkan keberadaan turunnya Dewa yang membunyikan gendang yang senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat melalui hutan, serta hutan sebagai lahan untuk menunjang hidup maka hutan terlegitimasi secara etik dan moral untuk dijaga dan dicintai.