Solidaritas Rimbawan Anti Narkoba dan BNN Untuk Bumi dan Manusia

Solidaritas Rimbawan Anti Narkoba dan BNN Untuk Bumi dan Manusia
Dok. KSDA Sulsel

Makassar, 9 Desember 2019 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan yang merupakan UPT Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Balai Rehabiliatsi BNN Baddoka Makassar melaksanakan giat “Talkshow Bahaya Narkoba – Menjalin Kasih Tanpa Stigma” di Kompleks Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar pada Hari Sabtu, 7 Desember 2019.

Deputi Rehabilitasi BNN, Dra Yunis Fadira OT Bersama Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol Drs Idris Kadir dan Kepala Rehabilitasi BNN se Indonesia menyempatkan hadir di giat solidaritas Rimbawan Anti Narkoba ini. Di rangkaian kegiatan yang terdiri dari senam pagi, penanaman pohon, pemberian alat biopori, penyerahan Rusa Timor dan Talkshow bahaya narkoba serta dimeriahkan penampilan drumband SMK-Kehutanan dan Band Client Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar.

Ditemui di lokasi penyerahan Rusa Dra. Yunis Fadira selaku Deputi Rehabilitasi BNN memberi nama kepada sepasang Rusa Timor, untuk yang jantan bernama Narko dan betina bernama Tika. Dalam keterangannya “pemberian nama rusa Narko dan Tika ini adalah symbol kita untuk memerangi narkoba, Stop Narkoba Sekarang Juga” Pungkas Farida.

Selain itu dalam giat solidaritas ini dilakukan penandatangan Mou kerjasama antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel dengan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka makassar. Mou kerjasama ini ditandangani langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Ir.Thomas Nifinluri dan Kepala Bala Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr. Iman Firmansyah, Sp.KJ

Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir.Thomas Nifinluri, M.Sc dalam paparannya di Talkshow menjelaskan “Rimbawan itu bukan hanya kita yang bekerja di kehutanan atau yang sarjana kehutanan saja tapi jika kita telah menjaga lingkungan, menanam pohon dan mencegah kerusakan alam maka kita adalah Rimbawan” Terang Thomas.

Di sela paparannya Thomas mempromosikan Taman Wisata Lejja yang merupakan Hot Spring di Sulawesi Selatan.”Terapi dengan berendam di mata air panas itu punya banyak manfaat buat tubuh salah satunya menghilangkan stress” selain itu Thomas juga mengenalkan terapi unik yang bernama Terapi Pohon, “Manfaat memeluk pohon ini banyak diyakini oleh orang Jepang. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Orang Jepang menyebutnya “Shinrin-yoku” Minyak esensial kayu di udara yang dipancarkan oleh pohon disebut phytoncides. Bermanfaat meningkatkan jumlah sel  darah putih dalam tubuh. untuk melawan penyakit serta dapat memperkuat Lima indera kita” Pungkasnya.

Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr. Iman Firmansyah, Sp.KJ menerangkan jenis-jenis Narkoba mulai dari jaman Old sama yang baru. Para peserta Talkshow yang memenuhi aula olahraga BNN berkapasitas 500 orang tersebut sangat antusias mendengarkan alhasil banyak pertanyaan dan diskusi kepada dokter ahli kejiwaan ini.

dr. Nur Ashari, M.Kes. Sp.GK. selaku Sekertaris Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menerangkan “gizi seimbang modalitas pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba”. Ada banyak informasi dan pengetahuan terkait gizi seimbang yang seharusnya dalam paparan dokter bidang gizi ini.

Untuk bahan materi Talkshow ini dapat di download di URL dibawah ini :http://bit.ly/2P0OaX6

Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel - Husain. SH