Mamasa, 04 Desember 2020 - Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengelolaan TN Gandang Dewata dalam Kerangka Forest Program IV Watershed Mamasa Sulawesi pada tanggal 3 Desember 2020. Workshop dilaksanakan secara outdoor di Villa Edelweis Desa Tondok Bakaru Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Mamasa yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kepala Bapeda Kabupaten Mamasa, Kepala  Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Camat Mamasa, para Kepala KPH sekitar TN Gandang Dewata, perwakilan Balai Pengelolaan DAS Lariang Mamasa, Kepala Desa Tondok Bakaru, dan Kepala Desa Taupe. Selain unsur pemerintah, hadir pula akademisi dari Universitas Sulawesi Barat, WALHI, tokoh-tokoh masyarakat, perwakilan dari komunitas anggrek Tondok Bakaru serta pengelola wisata di sekitar Desa Tondok Bakaru.

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc. yang membuka workshop menyatakan,” Pemandangan di Desa Tondok Bakaru sangat indah dan berpotensi menjadi destinasi wisata Kabupaten Mamasa yang bertaraf nasional karena keindahan alamnya.” Lebih lanjut, kepala balai besar menyampaikan bahwa workshop ini merupakan kick off pengembangan TN Gandang Dewata. Diharapkan potensi di dalamnya dapat lestari untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Sambutan Bupati yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pembangunan menyatakan harapannya agar kehadiran TN Gandang Dewata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Mamasa kedepan secara signifikan. Beliau juga berharap agar kelestarian alam tetap terjaga. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan memberikan plakat sebagai ungkapan terimakasih kepada Bupati Mamasa atas dukungannya pada kegiatan workshop pengelolaan TN Gandang Dewata, selanjutnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat menyerahkan buku berjudul “Menyusur Jejak Alam dan Budaya Gandang Dewata” kepada Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Workshop dibagi dalam tiga tahap kegiatan yaitu pemaparan materi, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan rumusan. Materi yang diberikan adalah “Pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata”, “Pengenalan Program FP IV Watershed Mamasa-Sulawesi”, “Pemantapan Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata”, “Peran Pemda dalam Pengembangan Wisata Alam Taman Nasional Gandang Dewata dan Peran Masyarakat dalam pelestarian Taman Nasional Gandang Dewata”. Selanjutnya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok dengan topik “Program dan manajemen FP IV watershed Mamasa-Sulawesi” dan “Mendorong wisata alam berbasis masyarakat”. Adapun penyusunan rumusan dihasilkan dari pendekatan partisipatif dengan melibatkan peserta dari berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan kesepakatan Bersama.

Rumusan yang dihasilkan antara lain bahwa pengelolaan TN Gandang Dewata harus memperhatikan perencanaan Kawasan konservasi, perlindungan system penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, pemanfaatan sumberdaya hayati secara lestari, pemberdayaan masyarakat dan kerjasama. Selain itu, dirumuskan pula bahwa masyarakat di sekitar TN Gandang Dewata sebagai subyek melai perencanaan hingga aktualisasi program sehingga dapat merasakan manfaat langsung dan tidak langsung untuk peningkatan kesejahteraan. Rumusan yang tidak kalah penting adalah bahwa hutan, ekosistem, dan satwa liar di TN Gandang Dewata harus dijaga oleh semua pihak baik pemerintah, pemangku adat, masyarakat, LSM maupun swasta.Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

Penanggung jawab Berita :

Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Humas BBKSDA Sulsel

Murniaty. S.Hut – 0888-0412-9757

 

Informasi Lebih Lanjut :

Call-Center BBKSDA Sulsel

Rudy Ashadi, S.Hut – 0811-4600-883