25 Jan 2024

Wujudkan "Cinta Hutan, Lestari Lingkungan" Melalui Pertikawan Regional Sulawesi Maluku di Pangkep

Selengkapnya

25 Jan 2024

Pendakian dalam rangka melengkapi data yang ada, dibutuhkan dalam rangka penguatan argumen penting menuju Deklarasi Taman Nasional Gandang Dewata. Terima kasih untuk semua crew dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan yang terlibat.. Kedepannya, Semoga Taman Nasional yang terbentuk membawa maslahat bagi umat manusia, utaman

Selengkapnya

25 Jan 2024

Rilis (Pelepas liaran) buaya muara (Crocodylus porosus) yang dilakukan oleh tim pengendalian konflik satwa dan manusia, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan.

Selengkapnya

25 Jan 2024

Danau tektonik dalam kompleks Danau Malili di Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan. Sebenarnya terdiri atas 5 Danau, Namun baru 3 Danau yang besar ditetapkan sebagai kawasan konservasi taman wisata alam. Ragam potensi flora fauna hingga potensi jasa wisata dan lingkungan membutuhkan peran aktif berbagai stake holder untuk pengembangannya bersama

Selengkapnya

25 Jan 2024

Perjumpaan langsung dengan satwa endemik Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) Sulawesi di daerah Kondobulo, Kabupaten Mamuju

Selengkapnya

25 Jan 2024

Kawasan Konservasi 3 Danau ( Towuti, Mahalona dan Matano)

Selengkapnya

25 Jan 2024

Kegiatan rehabilitasi terumbu karang pada wilayah kerja Balai Besar KSDA Sulsel

Selengkapnya

25 Jan 2024

Proses Pemberian Fasilitas Dana Bergulir oleh Badan Layanan Umum di Kabupaten Je’neponto resmi diserahkan pada masyarakat yang terdaftar dan juga menjadi mitra pengelolaan Kawasan TB Ko’mara bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan.

Selengkapnya

25 Jan 2024

Konservasi Alam adalah suatu manajemen terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk melindungi tanaman dan binatang. Beberapa spesies binatang dan tumbuhan telah punah secara alamiah (misalnya dinosaurus).

Selengkapnya

25 Jan 2024

Selain pepohonan, kertas ternyata juga dapat dibuat dari bambu. Hal ini dilakukan oleh seorang penggiat industri kreatif, Mutia Rachmi. Mutia mendaur ulang serat bambu yang selama ini tak terpakai dan menjadikannya kertas setebal 2 mm.

Selengkapnya